Monday, 5 October 2015

Manusia dan Kebudayaan


MANUSIA DAN KEBUDAYAAN


PENGERTIAN MANUSIA SECARA UMUM

1. Menurut Ilmu Sains
                  Manusia adalah makhluk utama yang dilahirkan dalam dunia alami, yang memiliki esensi unik tersendiri, dan sebagai suatu penciptaan atau sebagai suatu gejala yang bersifat istimewa dan mulia. Ia memiliki kemauan, ikut campur dalam alam yang independen, memiliki kekuatan untuk memilih dan mempunyai akal dalam menciptakan gaya hidup untuk melawan kehidupan alami. Kekuatan ini memberinya suatu keterkaitan dan tanggung jawab yang tidak memiliki arti jika tidak dinyatakan dengan  sistem yang mengacu pada sistem nilai.

2. Menurut Ilmu Sosiologi
                  Manusia adalah  bagian dari masyarakat yang dibedakan menjadi dua, yaitu manusia sebagai makhluk individu dan manusia sebagai makluk sosial yang dapat melakukan interaksi dalam kehidupanya. Manusia sebagai makhluk individu memiliki beberapa unsur diantaranya, unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Seseorang dikatakan sebagai manusia individu jikalau unsur- unsur tersebut dapat menyatu dalam dirinya. Jika unsur tersebut sudah tidak dapat menyatu lagi maka seseorang tidak disebut sebagai individu. Dalam diri individu manusia, manusia memiliki beberapa unsur yaitu jasmani dan rohaninya, atau unsur fisik dan psikisnya, dan ada unsur raga dan jiwanya. Menurut kodratnya, manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, selain itu juga manusia diberikan kelebihan yang berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan. Sedangkan makna dari manusia sebagai makhluk sosial ialah, manusia selalu hidup bersama (bermasyarakat) dengan manusia lain. Dengan arti lain manusia tidak dapat hidup sendiri dan sudah pasti membutuhkan bantuan atau tenaga dari manusia lain.

4. Menurut Ilmu Biologi
                  Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin untuk manusia), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Manusia biasanya dipelajari sebagai salah satu dari berbagai spesies di muka Bumi. Pembelajaran biologi manusia kadang juga diperluas ke berbagai aspek psikologis serta ragawinya, tetapi biasanya tidak ke kerohanian atau keagamaan. Secara biologi, manusia diartikan sebagai hominid dari spesies Homo sapiens. Satu- satunya subspesies yang tersisa dari Homo Sapiens ini adalah Homo sapiens. Mereka biasanya dianggap sebagai satu-satunya spesies yang dapat bertahan hidup dalam genus Homo. Manusia menggunakan daya penggerak bipedalnya (dua kaki) yang sempurna. Dengan adanya kedua kaki untuk menggerakan badan, kedua tungkai depan dapat digunakan untuk memanipulasi obyek menggunakan jari jempol (ibu jari).

PENGERTIAN HAKIKAT MANUSIA
                   Pengertian Hakikat manusia secara umum adalah peran ataupun fungsi yang harus dijalankan oleh setiap manusia.  Kata manusia berasal dari kata ” manu ” dari bahasa Sanksekerta atau ” mens ” dari bahasa Latin yang berarti berpikir, berakal budi, atau bisa juga dikatakan ” homo ” yang juga berasal dari bahasa Latin.  Hal yang paling penting dalam membedakan manusia dengan makhluk lainnya yaitu bisa dikatakan bahwa manusia dilengkapi oleh akal, pikiran, perasaan dan keyakinan untuk meningkatkan kualitas hidupnya di dunia.  Manusia merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang memiliki derajat paling tinggi di antara ciptaanNya yang lain

meninggal jiwa lepas dari tubuh dan kembali keasalnya yaitu Tuhan, dan jiwasebagai penggerak dan sumber kehidupan



KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR
Kepribadian Bangsa Timur merupakan suatu karakter yang mencerminkan masyarakat yang menganut budaya dari Timur (Asia & Timur-Tengah), yang menunjukkan ke-khasan dan pola pikir dan kebiasaan yang terdapat di daerah Timur. Kepribadian bangsa timur pada umumnya merupakan kepribadian memiliki sifat toleransi yang tinggi. Dalam berdemokrasi bangsa timur umumnya aktif dalam mengutarakan aspirasi rakyat. Seperti di negara Korea, dalam berdemokrasi mereka duduk sambil memegang poster protes dan di negara Thailand, mereka berdemokrasi dengan tertib dan damai. Kepribadian bangsa timur juga identik dengan tutur kata yang lemah lembut dan sopan dalam bergaul maupun dalam berpakaian. Terdapat ciri khas dalam berbagai negara yang mencerminkan Negara tersebut memiliki suatu kepribadian yang unik. Misalnya masyarakat Indonesia khususnya daerah Jawa sebagian besar mereka bertutur kata dengan lembut dan sopan dan terdapat beberapa aturan atau larangan yang tidak boleh dilakukan menurut versi orang dulu yang sebenarnya menurut orang Jawa itu suatu nasihat yang membangun. Misalnya tidak boleh duduk di depan pintu, hal tersebut merupakan ciri khas kepribadian yang unik padahal maknanya adalah agar tidak mengganggu orang yang lewat pintu tersebut.Bangsa timur juga memiliki kebudayaan yang masih kental dari negara atau daerah masing- masing. Masih ada adat-adat atau upacara tertentu yang masih dilaksanakan oleh bangsa timur. Misalnya bangsa Indonesia masih banyak yang melaksanakan upacara-upacara adat dan tarian khas dari masing-masing daerah


PENGERTIAN KEBUDAYAAN
           Kata "kebudayaan berasal dari (bahasa Sanskerta) yaitu "buddayah" yang merupakan bentuk jamak dari kata"budhi" yang berarti budi atau akal. Kebudayaan diartikan sebagai "hal-hal yang bersangkutan dengan budi atau akal". Pengertian Kebudayaan secara umum adalah hasil cipta, rasa dan karsa manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yang mencakup pengetahuan, keyakinan, seni, susila, hukum adat dan setiap kecakapan, dan kebiasaan.  Sedangkan menurut definisi Koentjaraningrat yang mengatakan bahwa pengertian kebudayaan adalah keseluruhan manusia dari kelakuan dan hasil yang harus didapatkannya dengan belajar dan semua itu tersusun dalam kehidupan masyarakat. Senada dengan Koentjaraningrat, didefinisikan oleh Selo Soemardjan dan Soelaeman Soenardi, pada bukunya Setangkai Bunga Sosiologi (Jakarta :Yayasan Badan Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 1964), hal 113, merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, cipta, dan rasa masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah (material culture) yang diperlukan oleh manusia untuk menguasai alam sekitarnya agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk keperluan masyarakat. 

UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN
         Unsur-unsur kebudayaan dijabarkan menjadi 2 yaitu unsur besar dan unsur kecil yang lazimnya disebut dengan istilah culture universal karena di setiap penjuru dunia manapun kebudayaan tersebut dapat ditemukan, seperti pakaian, tempat tinggal, dan lain sebagainya. Beberapa dari orang yang sarjana telah mencoba merumuskan unsur-unsur pokok kebudayaan, seperti Bronislaw Malinowski dan C. Kluckhoh. 


a. Bronislaw Malinowski
Bronislaw Malinowski menyatakan bahwa ada empat unsur pokok kebudayaan yang meliputi sebagai berikut :
  • Sistem norma-norma yang memungkinkan kerja sama antar anggota masyarakat agar menyesuaikan dengan alam sekelilingnya. 
  • Organisasi ekonomi
  • Alat dan lembaga atau petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama). 
  • Organisasi kekuatan (politik)
b. C. Kliucckhohn
Kliucckhohn menyebutkan ada tujuh unsur kebudayaan, yaitu sistem mata pencaharian hidup; sistem peralatan dan teknologi; sistem organisasi kemasyarakatan; sistem pengetahuan; bahasa; kesenian; sistem religi dan upacara keagamaan.

c. Herskovits
Herskovits memandang bahwa kebudayaan merupakan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain yang kemudian disebut sebagai superorganik.

d. Andreas Eppink
Kebudayaan mengandung bentuk dari keseluruhan pengertian nilai sosial, norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.

e. Edward Burnett Tylor
Kebudayaan merupakan keseluruhan dari yang kompleks yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.


WUJUD KEBUDAYAAN
          Seperti yang kita ketahui,kebudayaan memiliki 3 wujud diantaranya :

1. Kompleks gagasan,konsep,dan pikiran manusia
      Wujud ini disebut dengan sistem budaya,yang mempunyai sifat abstrak,serta tidak dapat dilihat dan berpusat pada pribadi seseorang yang menganutnya

2. Kompleks Aktifitas
         Wujud ini sering disebut sistem sosial. Wujud ini berupa aktifitas manusia yang sering berinteraksi serta mempunyai sifat konkret dan dapat diamati atau diobservasi

3. Wujud sebagai benda
         Aktifitas manusia yang saling berinteraksi serta tidak lepas dari berbagai macam penggunaan peralatan sebagai hasil karya manusia untuk mencapai tujuannya

ORIENTASI NILAI BUDAYA
     Kebudayaan sebagai karya manusia memiliki sistem nilai. Menurut C.Kluckhon dalam karyanya "Variations In Value Orientation 1961" sistem nilai budaya di dunia secara universal menyangkut 5 masalah pokok kehidupan manusia,yaitu :

1. Hakekat hidup manusia
2. Hakekat karya manusia
3. Hakekat waktu manusia
4. Hakekat alam manusia
5. Hakekat hubungan manusia

PERUBAHAN KEBUDAYAAN
         Masyarakat dan kebudayaan selalu dalam keadaan berubah dalam tempat maupun situasi apapun. Sekalipun masyarakat dan kebudayaan primitif yang terpencil dari berbagai hubungan dengan masyarakat. Yang dimaksud dengan gerak kebudayaan adalah gerak manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tersebut. Penyebab terjadinya gerak kebudayaan antara lain :

1. Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan itu sendiri
2. Sebab-sebab perubahan lingkungan dan tempat hidup mereka. Masyarakat yang hidupnya           terbuka,cenderung berada pada jalur-jalur hubungan dengan masyarakat dari kebudayaan lain,dan tentunya dapat berubah lebih cepat.

           Perubahan ini juga disebabkan karena jumlah penduduk dan komposisinya serta adanya penyebaran kebudayaan dan penemuan-penemuan baru,khususnya teknologi dan inovasi. Pada dasarnya perubahan kebudayaan adalah perubahan yang terjadi dalam sistem ide yang dimiliki bersama oleh para warga masyarakat yang saling berkaitan antara lain aturan serta noerma yang digunakan sebagai pedoman dalam kehidupan,serta teknologi,selera,kesenian,dan bahasa.

KAITAN MANUSIA DENGAN KEBUDAYAAN
          Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan ialah manusia sebagai perilaku kebudayaan,dan kebudayaan merupakan objek yang dilakukan oleh manusia. Dalam sosiologi manusia,kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal,astinya walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Contoh yang sederahana adalah antara manusia dengan peraturan kemasyarakatan. Pada awalnya,manusia yang membuat,tetapi setelah peraturan sudah jadi,manusia harus mematuhi peraturan yang telah dibuatnya sendiri. Jadi kita dapat menarik kesimpulan bahwa manusia tidak dapat lepas dari kebudayaan,karena kebudayaan itu merupakan perwujudan dari manusia itu sendiri

Referensi :
1.http://sman1glagah.com/pengertian-hakikat-manusia/
2. http://www.artikelsiana.com/2015/02/pengertian-kebudayaan-definisi-para-ahli.html#_
3. http://www.scribd.com/doc/241936440/Manusia-Dan-Kebudayaan-pdf#scribd (E-book)

Sunday, 4 October 2015

Ilmu Budaya Dasar sebagai salah satu MKDU

 ILMU BUDAYA DASAR 



  • PENGERTIAN ILMU BUDAYA DASAR
          Dalam arti umum IBD adalah pengetahuan yang memberikan pengetahuan dasar dan pengcrtian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk membahas masalah-masalah dan kebudayaan yang ada di diri manusia dan di lingkungan masyarakat.
Istilah IBD dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanities yang berasal dari istilah bahasa Inggris “The Humanities’. Istilah Humanities itu berasal dari bahasa Latin Humanus yang  artinya manusiawi, berbudaya dan halus (fefined). Dengan mempelajari The Humanities diharapkan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus dalam berperilaku ataupun bertutur kata. Oleh sebab itu,dapat disimpulkan bahwa The Humanities berkaitan erat dengan masalah nilai-nilai, yaitu nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Supaya,manusia dapat menjadi menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu The Humanities dengan tidak meninggalkan tanggung jawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri. 
Pengetahuan Budaya (The Humanities) hanyasebagai pe­ngetahuan yang mencakup keahlian cabang ilmu (disiplin) seni dan filsafat. Keahlian ini dapat dibagi lagi ke dalam berbagai bidang kahlian lain, seperti seni sastra, seni tari, seni musik, seni rupa dan lain-lain. Sedangkan Ilmu Budaya Dasar (Basic Humanities) sebagaimana yang dikemukakan sebelumnya, ialah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Masalah-masalah ini dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (The Humanities), baik secara gabungan berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya ataupun dengan menggunakan masing-masing keahlian di dalam pengetahuan budaya (The Humanities). Dengan perkataan lain, Ilmu Budaya Dasar menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari ber­bagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran dan kepekaan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.

  • PENGERTIAN ILMU BUDAYA DASAR MENURUT PARA AHLI
1. Menurut Herskovits, ilmu budaya dasar adalah sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.


2. Menurut Andreas Eppink, ilmu budaya dasar adalah keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.


3. Menurut Edward Burnett Tylor, ilmu budaya dasar adalah keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.


4. Selo Sumarjan dan Soelaeman soemardi merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat


5. Menurut Sutan Takdir Alisyahbana, kebudayaan adalah manifestasi dari cara berfikir


6. Menurut Krober dan Kluckhon, kebudayaan terdiri atas berbagai pola, bertingkah laku mantap, pikiran, perasaan dan reaksi yang diperoleh dan terutama diturunkan oleh symbol-simbol yang menyusun pencapaiannya secara tersendiri dari kelompok-kelompok manusia, termasuk didalamnya perwujudan benda-benda materi, pusat esensi kebudayaan terdiri atas tradisi dan cita-cita atau paham, dan terutama keterikatan terhadap nilai-nilai. Ilmu Budaya Dasar memiliki perbedaan dengan Pengetahuan Budaya. Mungkin secara penulisan tidak beda jauh, tetapi secara pengertian bisa berbeda. Ilmu Budaya Dasar adalah pengertian umum tentang konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dengan budaya. Sedangkan pengetahuan budaya adalah yang mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai makhluk berbudaya.


7. Menurut Koentjaraningrat, kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, milik diri manusia dengan belajar.


8. Menurut Bronislaw Malinowski, Kebudayaan adalah keseluruhan kehidupan manusia yang integral yang terdiri dari berbagai peralatan dan barang-barang konsumen, berbagai peraturan untuk kehidupan masyarakat, ide-ide dan hasil karya manusia, keyakinan dan kebiasaan manusia.

9. R. Linton dalam bukunya yang berjudul The Cultural background of personality menyatakan bahwa kebudayaan adalah konfigurasi dari sebuah tingkah laku dan hasil laku, yang unsur-unsur pembentuknya didukung serta diteruskan oleh anggota masyarakat tertentu 

  • HUBUNGAN ILMU BUDAYA DASAR DAN PSIKOLOGI
          Pada awal perkembangannya, ilmu psikologi tidak menaruh perhatian penuh terhadap budaya. Setelah tahun 50-an barulah budaya memperoleh perhatian. Namun,baru pada tahun 70-an ke atas budaya benar-benar diperhatikan. Pada saat ini diyakini bahwa budaya memberikan peranan penting dalam aspek psikologis manusia. Oleh karena itu, pengembangan ilmu psikologi yang mengabaikan faktor budaya patut dipertanyakan kebermaknaannya. Triandis (2002) misalnya, menegaskan bahwa psikologi sosial hanya dapat bermakna apabila dilakukan lintas budaya. Hal tersebut juga berlaku bagi cabang-cabang ilmu psikologi lainnya.
Berry, Segall, Dasen, & Poortinga (1999) mengembangkan sebuah kerangka untuk memahami bagaimana sebuah perilaku dan keadaan psikologis terbentuk dalam keadaan yang berbeda-beda antar budaya. Kondisi ekologi yang terdiri dari lingkungan fisik, kondisi geografis, iklim, serta flora dan fauna, bersama-sama dengan kondisi lingkungan sosial-politik dan adaptasi biologis dan adaptasi kultural merupakan dasar bagi terbentuknya perilaku dan karakter psikologis. Ketiga hal tersebut kemudian akan menciptakan pengaruh ekologi, genetika, transmisi budaya dan pembelajaran budaya, yang bersama-sama akan melahirkan suatu perilaku dan karakter psikologis tertentu.


  • TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR
          lmu Budaya Dasar bertujuan untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri. Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, penyajian Ilmu Budaya Dasar (IBD) merupakan usaha yang dapat memberikan pe­ngetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah manusia dan kebudayaan. Dengan demikian, matakuliah ini tidak dimaksudkan untuk mendidik seorang pakar dalam salah satu bidang keahlian (disiplin) yang termasuk dalam pengetahuan budaya, akan tetapi Ilmu Budaya Dasar semata-mata sebagai salah satu usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitar­nya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.Dan bahwa dalam masyarakat yang berkabung semakin Cepat dan rumit ini, mahasiswa harus mengalami pergeseran nilai-nilai yang kemungkinan dapat membuatnya masa bodoh atau putus asa, suatu sikap yang tidak selayaknya dimiliki oleh seorang yang terpelajar. Bagaimanapun juga, mahasiswa adalah orang-orang muda yang sedang mempelajari cara memberikan tanggapan dan penilaian terhadap apa saja yang terjadi atas dirinya sendiri dan masyarakat sekitarnya. Sudah pasti, ia memerlukan bimbingan untuk menemukan cara terbaik yang sesuai dengan dirinya sendiri tanpa harus mengorbankan masyarakat dan alam sekitarnya. Secara tidak langsung  Budaya Dasar akan membantu mereka untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Dapat kita simpulkan, tujuan matakuliah Ilmu Budaya Dasar adalah untuk mengembangkan kepribadian dan wawasan pemikiran, khususnya berkenaan dengan kebudayaan, agar daya tangkap, persepsi dan penalaran mengenai lingkungan budaya mahasiswa dapat menjadi lebih halus.

  • RUANG LINGKUP ILMU BUDAYA DASAR
          Dua masalah pokok yang dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup Ilmu Budaya Dasar. Kedua masalah pokok tersebut adalah :
  • Aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya, baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) di dalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang )berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
  • Hakekat manusia yang satu (universal), namun banyak perbedaan- perbedaan antara manusia yang satu dengan yang lainnya. Keanekaragaman tersebut terbentuk akibat adanya perbedaan ruang, tempat, waktu, proses adaptasi, keadaan sosial budaya, lingkungan alam, dimana dapat terwujud dalam berbagai bentuk ekspresi seperti ungkapan, pikiran, dan perasaan, tingkah laku, dan hasil kelakuan mereka.
          Dari kedua masalah pokok yang dapat dibahas dalam mata kuliah Ilmu Budaya Dasar tersebut, nampak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral (pusat) dalam pengkajian. Manusia bukanlah sebagai subyek akan tetapi sebagai obyek pengkajian. Bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesama manusia dan bagaimana pula hubungan manusia dengan Tuhan menjadi tema sentral (pusat) dalam Ilmu Budaya Dasar.
Pokok bahasan yang akan dikembangkan yaitu :
  • Manusia dengan cinta kasih
  • Manusia dan keindahan
  • Manusia dan penderitaan
  • Manusia dan keadilan
  • Manusia dan pandangan hidup
  • Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian
  • Manusia dan kegelisahan
  • Manusia dan harapan
      Kedelapan pokok bahasan itu termasuk dalam karya-karya yang terangkum dalam pengetahuan budaya. Perwujudan mengenai cinta, misalnya, terdapat dalam karya sastra, tarian, musik, filsafat, lukisan, patung dan sebagainya. Masing-masing pokok bahasan dapat didekati dengan baik menggunakan cabang-cabang pengetahuan budaya secara sendiri-sendiri maupun secara gabungan dari cabang-cabang tersebut. Pokok bahasan manusia dan cinta kasih misalnya, dapat didekati dengan menggunakan karya seni sastra, atau filsafat atau seni tari dan sebaginya. Disamping itu, pokok bahasan manusia dan cinta kasih juga dapat didekati dengan menggunakan gabungan karya seni sastra, karya seni tari, atau filsafat dan sebagainya.

Referensi : 
1. https://bayu96ekonomos.wordpress.com/modul-materikuliah/modul-ilmu-budaya-dasar/
2. https://rinrinrini.wordpress.com/2013/01/16/ilmu-budaya-dasar-menurut-para-ahli/